BIOGRAFI KH. MUCHTAR ADAM

1.   Biografi

Drs.KH.Muchtar Adam (lahir di Benteng Selayar, Sulawesi Selatan, 10 September 1939) adalah seorang muballigh, ulama, cendekiawan, sekaligus pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat. Ia adalah pencetus gagasan “Dakwah Harus Dipahami dan Dirasakan” (Da’wah Kedah Kahartos Karaos = bahasa Sunda).

2.   Istri dan Anak

a.      Istri : Siti Sukaesih

b.      Anak :

1.      Dra. Intan Rosmadewi

2.      Drs. Firmansyah Mujahid

3.      Anna Rosdiana, S.Ag.

4.      Wahidah Rosyadah, A.Md.

5.      Fajruddin Muchtar, Lc.

6.      Fachruddin Muchtar

7.      Fikri Arafat Ramdhani (Alm)

3.   Pemikiran Muchtar Adam

Pemikiran Muchtar Adam lebih cenderung pada upaya menghormati hak-hak manusia untuk hidup. Ia berpendapat bahwa hak hidup merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan, selanjutnya baru hak mendapatkan pendidikan bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Esensi pendidikan adalah sebuah proses yang hendaknya mampu mensucikan peserta didik untuk menemukan dan mempertahankan kesuciannya baik lahir maupun batin.

Dengan pendidikan, manusia bisa belajar apa saja dan kepada siapa saja. Belajar yang salah bukan merupakan suatu tindak munafik, tidak murtad, sehingga tidak perlu ditakuti. Sebab salah satu karunia Allah yang mulia adalah akal. Allah telah menyimpan akal dalam jiwa (nafs) manusia. Akal merupakan jalan penghubung kepada Allah berupa wasilah antara jiwa manusia dengan Allah Swt. Inti ajaran Islam ialah ma’rifatullâh, yaitu mengenal, mengimani, mentauhidkan serta mencintai dan mentaati Allah Swt. Hubungan tersebut adalah sumber bagi kehidupan jiwa manusia yang dapat melahirkan akhlak mulia. Hakikat manusia ditentukan oleh eksistensinya dalam hidup berupa suatu karya kesalehan sosial berlandaskan ma’rifatullâh, sebagai implementasi shilaturrahim, sehingga muncul di tengah-tengah masyarakat sebagai rahmatan li al-‘alamin (rahmat bagi semesta alam). Karena didikan ma’rifatullah, bekerja adalah satu kemulian untuk memperoleh hak memiliki dari hasil usaha yang halal. Sebab inti ajaran Islam adalah ma’rifatullâh, inti ma’rifatullah adalah akhlak, dan inti akhlak ialah silaturahim dan inti silaturrahim adalah menggembirakan orang lain. Jadi pendidikan Islam harus berintikan kepada ma’rifatullah agar anak didik menjadi anak soleh, pewaris para nabi, dan meraih status khalifah fil ard. Muchtar Adam memandang hidup ini melalui upaya tazkiyah, setiap orang dapat mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Suci. Tazkiyah merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengembalikan manusia kepada hakikatnya sebagai hamba Allah, karena manusia telah diberikan wadah kesucian (fitrah). Orang-orang yang seperti inilah kemudian yang disapa oleh Sang Maha Penguasa Semesta dengan panggilan yang luar biasa indah: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS. 89: 27-30).

4.   Pendidikan

  • SRN di Benteng Selayar lulus tahun 1953.
  • SMI Muhammadiyah di Benteng Selayar, lulus 1957.
  • Tiap Malam Jumat mengikuti Kulliyatul Muballighin di Suronatan 1958.
  • MMT ( Madrasah Menengah Tinggi ) Kauman di Yogyakarta, lulus 1960.
  • Akademi Tabligh Muhammadiyah di Yogyakarta 1961.
  • IKIP Negeri, di Bandung, sarjana Muda 1970, dan Sarjana Lengkap 1983.

5.   Pekerjaan

  • Guru SMI (Sekolah Menengah Islam) Muhammadiyah di Benteng Selayar, (1961-1963).
  • Guru MMA (Madrasah Menengah Atas) Muhammadiyah di Benteng Selayar, (1962-1963).
  • Tukang tembok dan penjual terasi di Bandung, (1963-1965).
  • Guru SD Muhammadiyah di Cisitu, Kota Bandung, (1964-1970).
  • Guru Agama SDN Merdeka, Kota Bandung, (1966-1967).
  • Guru SMP Muslimin di Jln.Ambon, Kota Bandung, (1964-1970).
  • Staf Seksi Penerangan Agama Kantor Departemen Agama Kodya Bandung, (1968-1971).
  • Tim Dakwah III dan IV Tahanan PKI Bapreru P.Buru, (1971-1973).
  • Kasi Penerangan Agama Islam Kantor Departemen Agama Kodya Bandung, (1976-1981).
  • Pimpinan Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Bandung, (1981 sampai sekarang).
  • Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Publisistik Universitas Pajajaran Bandung, (1974-1985).
  • Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Kejuruan Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pajajaran Bandung.
  • Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Psikologi Universitas Pajajaran Bandung.
  • Dosen Luar Biasa Agama Islam Fakultas Teknik Sipil Universitas Ahmad Yani Cimahi-Bandung, (1985-1990).
  • Anggota DPR/MPR Republik Indonesia, (1999-2004).
  • Penulis buku

6.   Cabang-cabang Babussalam

1.      Selayar – Sulawesi Selatan

Jl. Poros Bandara H. Aroeppala Passanderang KM. 5 selayar Sulawesi Selatan

telp. +62 414 22199

account : Bank BRI Benteng Selayar No. 0257.01.005941.50.7

2. Wakatobi – Sulawesi Tenggara

Jl. Merdeka No. 85. Wangiwangi Utara

Telp. +62 404 21176

Account : Bank BRI Wangiwangi No. 33.21.7397

3. Muara Labuh – Solok Selatan

Jl. Kiambang Raya 103 Jorong Kp. Nan Limo Kotobaru Solok Selatan – Sumatera      Barat

Account : Bank Nagari Muara Labuh No. 1300.0105.00011.3

4. Montasi – Aceh Besar NAD

Jl. Makam Pahlawan No. 84. Peuniti, Banda Aceh – NAD

Telp : +62 651 27499

Account : Bank BSM Aceh Besar No. 0100228629

5. Meulaboh – Aceh Barat NAD

Account :-

6. Alor

Jl. Sam Ratulangi no 16 kel. Mutiara Kec. Teluk Mutiara, Kab Alor. 85819 Nusa tenggara Timur.

http://www.babussalam.or.id

About Ahman

Suka humor tapi gak humoris
This entry was posted in Biografi Tokoh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s