PECUNDANG or PEJUANG??

AP – Di saat manusia telah mencapai masa kedewasaan, maka ia semakin berfikir untuk keberlangsungan hidupnya. Seperti saya saat ini, sewaktu kecil tak pernah terbesit dalam benak sedikitpun akan masa depan (future). Karena pola berpikirnya dulu masih ingin bermain-main, dimanja, dirawat oleh orangtua. Namun, setelah perjalanan panjang tersebut berlalu (peralihan masa), membuat kita berfikir dan terus berfikir akan keberlangsungan hidup kita dan keluarga kita ke depannya.

Telah kita ketahui bersama bahwa masa depan akan cerah jika dulunya dibangun dengan baik dan benar. Artinya bahwa orang yang masa depannya cerah, dikarenakan ia berjuang untuk meraih suatu kesuksesan atau keberhasilan, sehingga ia berhasil. Begitu pula sebaliknya, jika orang yang masa depannya tidak cerah, dikarenakan ia tidak membangun jembatan kesuksesan itu sendiri. Melainkan ia gagal membangun jembatannya sendiri, sehingga ia terperosot ke dalam lembah yang penuh dengan penderitaan dan kesengsaraan.

Kesuksesan itu tidak mungkin (impossible) diraih dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun, untuk meraih sebuah kesuksesan diperoleh dengan melewati berbagai rintangan, tantangan, perjuangan, kegigihan dan sebagainya.

Para pecundang adalah mereka yang menyerah dari tantangan. Mereka lebih bersifat pasif, hanya menerima keadaan hidup semata, tanpa berjuang untuk memperbaiki keadaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Para pecundang adalah mereka yang menyerah sebelum berperang. Mereka mengalah sebelum mereka mengangkat senjata perjuangan.

Para pecundang adalah mereka yang menyerah pada keadaan. Mereka berasumsi bahwa nasib mereka tak akan manjur, dikarenakan mereka berpatokan pada keadaan keluarga besarnya yang terus memegang cambuk kemiskinan.

Para pecundang adalah mereka yang tak mau berjuang untuk memperbaiki kehidupan yang lebih cerah. Mereka lebih suka menjalani hidup dengan bergantung pada orang lain. Mereka lebih senang hidup sengsara dan bagi mereka hidup sengsara merupakan suatu kebahagiaan. hidup ada di tangan anda, dan anda bebas memilih antara PECUNDANG or PEJUANG!!!!

About Ahman

Suka humor tapi gak humoris
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s