Para Pendusta, Bermuka Manis tapi Penuh Kepalsuan

Para pembohong mulai berbohong lagi, membohong mereka yang mau saja dibohongi oleh mereka para pendusta. Para pendusta mulai mencari suara, perhatian penuh dari mereka yang mau saja dibohongi. Para pendusta mulai bersaing untuk mendapatkan sebuah kursi, kursi kekuasaan. Sebelum kursi kekuasaan di tangan, para pendusta melancarkan berbagai cara agar mereka yang mau dibohongin tertipu dan terlena dengan iming-iming sang pendusta. Dalam hati para pendusta, saat ini saya yang nyuapin anda, kelak anda yang nyuapin saya.

Aksi-aksi para pendusta ini sudah tidak asing lagi di mata kita. Kalau bias mereka berlutut demi mendapatkan suara. Karena pada saat itu bagi mereka suara sangatlah penting. Sehingga, berbagai cara pun dilontarkan. Para pendukung pun bermunculan di mana-mana dan melakukan berbagai cara untuk memenangkan calon kandidatnya. Harapan besar tentu ada, karena jika sang calon kandidat memenangkan pertandingan, maka ia akan mendapatkan bagian. Suap menyuap, sogok menyogok, uang pun siap dilontarkan.

Calon kandidat sebelum terpilih saja sudah main uang-uangan segala, apalagi nanti kalau sudah terpilih. Calon kandidat sudah berani suap menyuap, apalagi kalau kursi kekuasaan sudah di tangan. Seharusnya masyarakat harus lebih selektif dalam hal memilih mereka calon pemimpin. Harus mampu membaca setiap gerakan calon kandidat, apalagi mereka yang suap menyuap.

About Ahman

Suka humor tapi gak humoris
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s