Sadarkah?

Ini tentang diri yang penuh kesombongan, keangkuhan, keirian, kekikiran, dan ke yang lainnya. Dari sifat tercela tersebut, yang ditonjolkan adalah sifat ke “AKU” an diri. Dari sana memunculkan sifat-sifat tercela yang pada hakikatnya itu merusak esensi kemanusiaannya yang berakal. Berakal namun tak difungsikan pada jalan yang cerah maka akan memperosotkan dirinya pada jurang kegelapan.

Hati-hati dan waspada jika dalam diri kita masih tersimpan sifat tercela di atas. Sebab disamping merugikan diri sendiri juga orang lain. al-Qur’an telah banyak mengajarkan kepada kita mengenai bagaimana dalam mengelolah kehidupan dunia dan akhirat. Dua sisi ini merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Sebab ada keterikatan satu dengan yang lain.

Sejarah mencatat bagaimana hukum Allah berlaku pada mereka yang bersifat angkuh melebihi keangkuhan-Nya. Maka Ia mengajarkan agar tidak melebihi kekuatan-Nya. Manusia selalu diselimuti kenikmatan, namun terkadang kenikmatan tersebut diabaikan. Oleh karena itu, mari bersama untuk selalu mempererat hubungan kita dengan sesama manusia, serta makhluk yang lain. Agar ekosistem yang terus bergulir ini akan terjaga keseimbangannya. Depok, 05 March 2016.

About Ahman

Suka humor tapi gak humoris
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s